Pages

Thursday, January 19, 2012

Humor: Terbukti, Tertunjuk, QED...


Alangkah indahnya ketika kita sedang bekerja serius tetap bisa tersenyum.  Itulah yang saya alami ketika beberapa waktu yang lalu memeriksa ribuan berkas ujian matematika.  Betapa tidak, beberapa peserta ujian cukup 'kreatif' dengan membuat istilah baru.

Lazimnya, bila ada soal pembuktian, "Buktikan bahwa ...", maka jawaban pamungkasnya adalah "terbukti".  Tapi yang membuat saya 'terhibur', ada beberapa peserta ujian yang mengakhiri jawabannya dengan cukup meyakinkan, "tertunjuk".  Koq bisa?

Usut punya usut, ternyata bunyi soalnya bukan "Buktikan bahwa...", tetapi "Tunjukkan bahwa..."

Sang pembuat soal tentu tidak salah menerjemahkan istilah "Show that..." dengan "Tunjukkan bahwa..." dan ini sesuatu yang lazim.  Hanya saja jawaban "tertunjuk"-lah yang tidak lazim, meskipun si penjawab bisa jadi cukup cerdas karena sempat-sempatnya membedakan soal "buktikan bahwa" dengan "tunjukkan bahwa".  Bayangkan apa jadinya, kalau ia menjawab soal, "Sebutkan ...".  Mungkin jawabannya ditutup dengan "tersebut".  Lalu, kalau misalnya ada soal, "Nyatakan masalah tersebut dalam suatu model matematik", bisa jadi jawabannya akan diakhiri dengan "ternyata" (saya salah, saya lupa, ... :P )

Paul R. Halmos
Ketika membaca textbook matematika, tentu anda sudah tidak asing dengan istilah QED atau q.e.d. yang lazim digunakan di bagian akhir jawaban pembuktian secara matematik.  Tahukah anda kalau QED berasal dari bahasa Latin "quod erat demonstrandum" yang kurang lebih berarti "telah dibuktikan".  Belakangan banyak literatur matematika yang menggunakan lambang kotak   (disebut "Halmos tombstone", batu nisan Halmos) sebagai pengganti lambang tradisional QED.  Lambang ini untuk mengenang jasa matematikawan besar abad 20, Paul R. Halmos (1916 - 2006).  Ia memopulerkan lambang ini yang dilihatnya dari majalah-majalah yang banyak mengakhiri artikelnya dengan lambang kotak tersebut.  Istilah favorit lainnya kontribusi Halmos adalah "iff" atau "if and only if" – "jhj, jika dan hanya jika".

Terinspirasi dari istilah "Automatic Teller Machine" (ATM) yang secara kreatif diterjemahkan menjadi "Anjungan Tunai Mandiri", barangkali tak ada salahnya kita mengingat QED dengan "Qubuktikan Engkau Dech...".  Bagaimana kalau jawaban tak nyambung bahkan tak bisa menjawab, tetapi tetap tulis QED?  Boleh saja, karena di sini berarti "Qubiarkan Engkau Dech...".  Tapi pada kasus terakhir, anda pun harus siap menerima "QED" dari pemeriksa soal, "Qunolkan Engkau, Daa..."  Fleksibel, bukan? :D      

0 comments:

Post a Comment